"Zahra, tolong ambilkan Mas segelas air putih."
"Baik Mas, ini sudah saya ambilkan."
"Terima kasih ya, Mas sangat bersyukur telah dikaruniai teman hidup sperti engkau."
"Tidak perlu berterima kasih Mas, semua itu sudah jadi kewajibanku. Engkau adalah ladang pahala terbesar untukku Mas."
.
Azan subuh tengah berkumandang, Rizki terjaga dari lelapnya, lalu ia bergegas untuk mengambil air wudhu. "Astaghfirullahhaladziim" seketika itu Rizki mengucap. Dinginnya sentuhan air wudhu telah mengembalikan kesadarannya, tanpa ia sadari sempat ia merasa ingin membangunkan sang pujaan hati untuk melaksanakan salat subuh berjamaah. Tapi ia sadar, ternyata belum ada sosok bidadari yang menemani setiap sujudnya kepada sang illahi rabbi, yang selama ini hadir sebagai bunga dalam tidurnya.
.
Setelah menyelesaikan ibadah salat subuh, Rizki sempat termenung. Siapakah gerangan bernama Zahra yang selalu menjelma menjadi kekasih hati Rizki, banyak orang yang bernama Zahra disekitarnya, mungkin karena itu nama Zahra lah yang tak pernah enggan menghampirinya setiap malam, dalam keheningan, kelelapan, dan kegelisahan.
.
Zahra, nama yang indah, teduh dan menenangkan jiwa. Seandainya ia benar-benar ada dalam dunia nyata, bukan hanya semu belaka seperti saat ini. Kebingungan terus menggelayuti pikiran Rizki, mungkinkah Zahra merupakan sosok wanita yang kelak akan mandapingi hidupnya? Entahlah, Rizki pun tak bisa menjawab. Meskipun hidup Rizki saat ini dipenuhi kehampaan, tapi setidaknya kehadiran Zahra dalam mimpinya dapat mengobati semua perasaan rindunya, rindu untuk segera membangun mahligai rumah tangga.
#JeVa
Kamis, 24 Mei 2018
Revolusi Cinta
Saat itu dunia benar-benar kelam dan suram, langit tampak mendung selalu. Entah sejak kapan matahari enggan menampakkan senyumnya. Sejak hari itu semua seolah berubah, tidak seperti sedia kala, sangat jauh berbeda dari kata sama.
.
"Wehhh, Bryan lo makin kinclong aja nih."
"Hahah, gue dari dulu juga gini kok Bim."
"Serius, kali ini beda banget."
"Hahahaha,...."
.
Hanya tawa yang bisa aku suguhkan disaat ada teman-teman yang menilai keadaan ku sekarang ini. Dunia yang ku pikir sempat terhenti, ternyata kembali lagi berputar. Pelangi tiba padahal hari tak hujan. Awan-awan putih beriak kesana kemari tanda cuaca sangat berteman. Memang semua orang akan mengalami titik terendah dalam hidupnya, tetapi hanya orang-orang yang berani bangkitlah yang kelak akan menemui kebahagian. Luka itu memang membekas, dalam mungkin iya. Namun aku tak ingin tenggelam, terjerat akan masa-masa yang membuatku merasa kehilangan akal. Cinta, defenisinya aku tak tau apa, tetapi satu kenangan yang pernah aku alami, yakni berevolusi karenanya. Tidak berdua tak mengapa, karena yang berdua saja belum tentu bahagia.
#JeVa
.
"Wehhh, Bryan lo makin kinclong aja nih."
"Hahah, gue dari dulu juga gini kok Bim."
"Serius, kali ini beda banget."
"Hahahaha,...."
.
Hanya tawa yang bisa aku suguhkan disaat ada teman-teman yang menilai keadaan ku sekarang ini. Dunia yang ku pikir sempat terhenti, ternyata kembali lagi berputar. Pelangi tiba padahal hari tak hujan. Awan-awan putih beriak kesana kemari tanda cuaca sangat berteman. Memang semua orang akan mengalami titik terendah dalam hidupnya, tetapi hanya orang-orang yang berani bangkitlah yang kelak akan menemui kebahagian. Luka itu memang membekas, dalam mungkin iya. Namun aku tak ingin tenggelam, terjerat akan masa-masa yang membuatku merasa kehilangan akal. Cinta, defenisinya aku tak tau apa, tetapi satu kenangan yang pernah aku alami, yakni berevolusi karenanya. Tidak berdua tak mengapa, karena yang berdua saja belum tentu bahagia.
#JeVa
Langganan:
Postingan (Atom)
Let's Fight!!!
Hey,... Kamu yang sedang duduk termenung! Coba lihat pada cermin itu, apakah kamu bisa melihat masa depanmu? Nah, enggak kan,... Lantas,...
-
Duduk berdua di bangku taman sekolah sudah menjadi rutinitas dua sejolly yang genap menjalin asmara selama 2 tahun belakangan i...
-
"Zahra, tolong ambilkan Mas segelas air putih." "Baik Mas, ini sudah saya ambilkan." "Terima kasih ya, Mas sangat...
-
Saat itu dunia benar-benar kelam dan suram, langit tampak mendung selalu. Entah sejak kapan matahari enggan menampakkan senyumnya. Sejak har...