Minggu, 10 Maret 2019

Let's Fight!!!

Hey,...
Kamu yang sedang duduk termenung!
Coba lihat pada cermin itu, apakah kamu bisa melihat masa depanmu?
Nah, enggak kan,...
Lantas, mengapa kau masih saja bersantai ria disaat api semangat sedang membara pada diri teman-temanmu nun disana,...

Apa kamu pikir kalian berbeda?
Kalian sama saja!
Toh kalian sama-sama akan menghadapi medan pertempuran tersengit menuju kampus impian kalian,...

Tidakkah kamu merasa malu, tatkala mereka sedang berjuang keras sedangkan kamu sibuk melumuti benda kecil super pintar di tanganmu itu?
Hello,... Berharap dapat hasil yang sama dengan melalui perjuangan yang beda?!? Mana bisa,... Logika aja!

Jangan lagi terlalu bergantung sama keberuntungan.
Jangan terlalu pasrah sama takdir.
Dan jangan mau nyerah sama keadaan.

Kamu di desa dengan kawanmu yang di kota pun sama-sama harus berjuang.
Karena ga ada masa depan yang bisa digapai dengan instan.

Udah deh, coba letakin aja "dia". Relain waktumu dengan "dia" 2 bulan aja. Demi masa depanmu.
Mana kamu yang dulu berazaz "demi orang tua"?
Ngomong doang mah mudah, mulai nya susah kan?!?
Kenapa susah?  Ya karena kamu ga mau memulainya dari 'sekarang'.

Ga usah mikirin yang aneh-aneh.
Ga usah mikirin yang susah-susah.
Ga usah mikirin besoknya gimana.
Yang penting kamu tau sekarang kamu harus melakukan apa.

Ingat! Kamu berhak bahagia.
Kamu berhak dapat masa depan yang cerah.
Kamu berhak nunjukin sama dunia kalau kamu juga 'bisa'.
Sama seperti mereka-mereka terdahulu.
Bedanya cuma waktu. Mereka sukses hari ini, karena apa yang mereka lakukan 'kemarin'. Sedangkan kamu akan sukses 'esok', karena apa yang kamu lakukan hari ini.
So, let's fight together!!!
Jangan lupa untuk melibatkan Allah dalam setiap langkahmu.
Bismillah,...

#bakar_semangatmu
#salam_pejuang
#salam_sukses



@jennyfferolin

Rabu, 24 Oktober 2018

Tips-Tips Memilih Jurusan di Universitas

      Assalamu'alaikum sobat,...

      Hallo, teman-teman Blast Heart,...
Sekarang Jeje mau bahas tentang "Tips-Tips Memilih Jurusan di Universitas". Waah, mana nih suara siswa tingkat akhir yang sebentar lagi akan menghadapi ujian Pra-UN?!? Udah sejauh mana persiapannya? Udah tau, mau milih jurusan apa pas kuliah nanti? Nilai rapornya gimana? Persiapan SBMPTN udah mulai belum? Atau, udah siap untuk tes masuk PKN STAN? Yah, kurang lebih kuping kamu pasti pernah merasa peka(k) denger kalimat-kalimat seperti itu terlontar dari sekelilingmu, bak pisau yang statis ditancapkan pada benakmu, justru hal tersebut bisa aja ngebunuh. Jalani aja belum, udah depresi duluan mikirinnya, jangan lah yaa....

      Okay,... Jadi gini nih guys, daripada mikirin apa kata orang, alangkah indahnya jika kita merancang konsep untuk masa depan kita, salah satunya yaitu dengan cara menentukan jurusan yang akan kita pilih di Universitas kelak. Gawat nih, kalau siswa tingkat akhir jaman sekarang belum pada tau mau milih jurusan apa nantinya(!) Secara ya, jurusan yang kita pilih untuk kuliah itu, menentukan di bidang mana kita harus menempuh dunia pekerjaan. Meskipun gak pasti-pasti amat sih, tapi setidaknya itu akan memberikan kita gambaran mengenai hal apa yang harus kita persiapkan untuk menjadi pemenang. Maksudnya yakni, ditengah persaingan yang semakin ketat dalam memperoleh pekerjaan, kita tidak boleh kalah saing. Oleh karena itu, kita wajib mempunyai skill yang mampu menunjang pekerjaan yang kita jalani di masa yang akan datang.

      Hadeuh, panjang gitu ya pembahasaannya(!) Jadi, initinya gini sih, marilah teman-teman, kita bulatkan tekad, memantapkan hati, meyakinkan pikiran, dan mulailah merangkai jalan bagi cita-cita kita untuk meraih masa depan yang terbaik. Bagi teman-teman yang udah tau mau milih jurusan apa pas kuliah nanti, Alhamdulillah. Semoga dikuatkan dalam berikhtiar dan diteguhkan dalam bertawakkal. Semangaatttttt!!!

      Eits, bagi teman-teman yang belum tau mau pilih jurusan apa, atau teman-teman yang memiliki kendala dalam memilih jurusan yang diinginkannya, tak perlu susah payah bersedih. Disini Jeje akan membagikan tips-tipsnya nih teman, semoga bisa sedikit membantu yaaa :')

Tips-tips :
- Pertama, tentukanlah waktu yang tepat bagi kamu untuk bisa fokus memikirkan masa depanmu.
   Lebih disarankan sendiri sih, supaya kata hati kamu mau keluar, mungkin dia terlalu malu di depan orang banyak, hehe.
Sebagai makhluk yang berakal nan diciptakan Tuhan penuh kesempurnaan, marilah kita mulai merancang masa depan. Banyak yang bilang, kita harus memanfaatkan masa-masa SMA sebaik mungkin, karena hanya kita alami satu kali dan akan menjadi masa yang paling bersejarah dalam hidup kita.

   Hello guys, emang masa depan kalian bakal datang dua kali apa? Enggak kan! Jadi, apa kalian rela masa SMA yang nantinya hanya akan menjadi masa lalu (kelam pula lagi kan), mengganggu dan membatasi masa depan kalian (semoga aja cerah, Aamiin). Stop guys, menikmati sih menikmati, tapi jangan kelewatan sampai membuat kita kurang memperhatikan langkah apa yang akan kita tempuh untuk meraih masa depan yang cerah itu.

   Penyesalan emang selalu datang terlambat, daripada menyesal kemudian, alangkah baiknya kita manfaatkan waktu yang ada untuk fokus pada masa depan. Dengan begitu bukan berarti kita gak bisa lagi menikmati masa SMA, contohnya membuat kelompok belajar bersama teman-teman untuk membahas soal, baik UN atau pun SBMPTN. Bisa kan?  Tanpa harus kehilangan waktu berharga dengan teman, kita juga gak akan kehilangan masa depan cerah.

- Kedua, setelah kamu dapat waktu yang pas, mulailah mencari referensi jurusan-jurusan kuliah, baik itu untuk anak IPA dan juga IPS.      
   Kamu bisa melihatnya di internet,  atau bisa juga dengan membaca buku kumpulan jurusan yang ada di dunia perkuliahan.

- Ketiga, catatlah sekurang-kurangnya 10 jurusan yang kamu minati.

-  Kemudian , carilah informasi dari segala sumber, dimana saja universitas yang menyediakan jurusan yang kamu minati tersebut.
   Cari juga data mengenai passing grade, akreditasi jurusan, peluang kerjanya, dan juga jumlah quota penerimaan mahasiswa setiap tahunnya, minimal 4 tahun belakangan. Tandai jurusan yang terbaik dari beberapa kategori tersebut.

- Setelah memperoleh data-data yang akurat, kamu bisa memperhatikan di jurusan apa kamu merasa nyaman.
   Perhatikan juga jurusan yang berhubungan dengan mata pelajaran yang menjadi ability kamu. Sesuaikan jurusan-jurusan tersebut dengan minat dan bakat yang kamu miliki.

- Lalu, coretlah jurusan yang tereliminasi dari kategori di atas, dan kamu bisa menyisakan 3 jurusan terbaik yang paling sesuai dengan diri kamu.

- Tips selanjutnya yaitu, berbincanglah dengan orang tuamu secara hangat, mengenai jurusan yang telah kamu pilih. Yakinkan orang tuamu bahwa kamu benar-benar serius memilih jurusan tersebut. Banyak juga nih teman-teman yang galau karena orang tua tidak menyetujui jurusan yang dipilihnya. Akhirnya rasa semangat dalam belajar pun dapat menurun. Untuk menghindari hal tersebut, kamu harus membicarakannya terlebih dahulu dengan orang tuamu. Dan kamu juga bisa meminta saran dari mereka, agar nantinya ditemui kesepakatan antara anak dan orang tua.

- Kamu juga bisa mengupdate informasi-informasi terbaru mengenai jurusan yang kamu pilih, sehingga memacu semangat dan lebih meyakinkan dirimu bahwa kamu tidak salah dalam memilih jurusan.

- Tulislah jurusan dan cita-citamu pada "mind map" agar kamu terus terpacu untuk serius ketika belajar.

- Terakhir,  jangan lupa berdoa dan bertawakkal. InsyaAllah jalanmu akan dimudahkan oleh Allah.Swt....
  Percayalah teman bahwa akan ada sesuatu yang Allah berikan di luar dugaan kita. Termasuk itu masa depan.

      Duh, gak terasa sudah panjang aja tulisannya. Semoga apa yang Jeje tuliskan bisa bermanfaat bagi teman-teman semua. Aamiin. Barakallahu!!

Semangat!! Semangat!! Semangat!! Para Pejuang!! 👊👊👊
#Salam_Sukses



@Jennyfferolin

Rabu, 12 September 2018

Life is a Choice


"Hidup adalah Pilihan, Pilihan menentukan Segalanya"

       Gambar ini memiliki banyak makna. Pertama, di dalam gambar tersebut kita melihat ada bunga berwarna merah dan kuning, pohong berwarna hijau, langit berwarna biru. Sama halnya dengan hidup kita yang penuh warna. Banyak hal-hal indah yang dapat kita temukan dibalik perihal yang membuat kita berduka. Di dalam hidup ini,  tentunya kita akan menemukan masalah, namun kitalah yang berhak menentukan akan memilih untuk terus terjatuh pada kesedihan atau memilih bangkit demi kebahagiaan.
       Kedua, kita dapat melihat sebuah tempat yang terletak di atas pohon yang besar. Sama halnya dengan hidup kita yang harus punya tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, kita harus menempuh sebuah perjalanan dengan berbagai rintangan. Hidup itu juga punya aturan dan setiap langkah harus kita lewati berdasarkan jalurnya.
       Ketiga, alam merupakan sumber kehidupan kita, maka dari itu kelestarian alam harus selalu dijaga. Banyak cara yang dapat kita lakukan demi menjaga kelestarian alam, salah satunya dengan melakukan penghijauan dan mengurangi penebangan hutan.
       Intinya untuk mendapatkan segala yang terbaik dalam hidup ini, kita harus mampu menentukan pilihan diantara banyaknya pilihan, karena hidup adalah pilihan. Akan menjadi buruk atau menjadi baik, semua terletak di tangan kita sendiri.

Senin, 02 Juli 2018

Enjoy Your Life

Gak capek lari terus?
Gak capek patah hati terus?
Gak capek nunggu yang gak pasti terus?
Gak capek ngejar yang gak melirikmu terus?
Gak capek diam terus?
Gak capek menyesal terus?

Blablablabla,... Banyak banget rasanya opini orang yang berkata begini begitu padahal gak tau pasti apa yang sebenarnya berkecamuk didalam dirimu. Opini-opini buruk yang membuat kamu semakin terpuruk akan perasaan yang sering kali membuatmu jatuh sejatuh-jatuhnya, baik itu perihal percintaan, pertemanan, pendidikan, perekonomian, harapan, atau apa pun itu yang tak sesuai dengan yang kita inginkan.

STOP!!! Membuat dirimu merasa tersakiti, menanamkan rasa penyesalan teramat mendalam akan apa yang telah terjadi, tak perlu kau lakukan itu lagi
Hidupmu tak hanya milikmu yang bisa kau atur semaumu, bukankah kau tau bahwa ada Tuhan yang mengatur semua itu? Jika kau tau ingin menerima takdirmu, tidakkah itu pertanda bahwa kau tak benar-benar meyakini keberadaan-Nya?

Enjoy your life,...
Nikmati saja, apa pun yang terjadi, hadapi saja semua sesuai skenario-Nya, tak perlu kau mengeluarkan banyak tenaga untuk mengeluh, sebab yang perlu kamu lakukan ada pergerakkan untuk senantiasa menciptakan perubahan.

Masalah hadir di tengah kebahagian tidak lain tanpa tujuan, bukan berlari tapi hadapi dengan kepala tengadah gagah berani, dengan sendirinya masalah yang datang silih berganti akan takhluk pada hati yang tak lekang oleh bara api, bola salju, siklon tropis sekalipun itu. Mungkin kamu tak kan pernah merasa sekuat itu?  Mengapa tidak? Sedangkan Tuhanmu sangat berkuasa atas apa yang ada di langit dan di bumi, untuk apa masih ragu-ragu. Teruslah melangkah dan berusaha, yakinlah pada kehebatan-Nya.

Hikmahnya yaitu, alangkah baiknya kita senantiasa menikmati hidup untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Kebahagian tak perlu yang muluk-muluk, karena hal sekecil apapun dapat menjadi sumber kebahagian. Kunci kebahagiaan adalah menimati kenikmatan, bersyukur dan bertawakkal akan segala sesuatu yang ada di hidupmu, bukan hidup orang lain! Maka dari itu, "Be your self and enjoy your life".

@Jennyfferolin

Kamis, 24 Mei 2018

Jomlo

"Zahra, tolong ambilkan Mas segelas air putih."
"Baik Mas, ini sudah saya ambilkan."
"Terima kasih ya, Mas sangat bersyukur telah dikaruniai teman hidup sperti engkau."
"Tidak perlu berterima kasih Mas, semua itu sudah jadi kewajibanku. Engkau adalah ladang pahala terbesar untukku Mas."
.
Azan subuh tengah berkumandang, Rizki terjaga dari lelapnya, lalu ia bergegas untuk mengambil air wudhu. "Astaghfirullahhaladziim" seketika itu Rizki mengucap. Dinginnya sentuhan air wudhu telah mengembalikan kesadarannya, tanpa ia sadari sempat ia merasa ingin membangunkan sang pujaan hati untuk melaksanakan salat subuh berjamaah. Tapi ia sadar, ternyata belum ada sosok bidadari yang menemani setiap sujudnya kepada sang illahi rabbi, yang selama ini hadir sebagai bunga dalam tidurnya.
.
Setelah menyelesaikan ibadah salat subuh, Rizki sempat termenung. Siapakah gerangan bernama Zahra yang selalu menjelma menjadi kekasih hati Rizki, banyak orang yang bernama Zahra disekitarnya, mungkin karena itu nama Zahra lah yang tak pernah enggan menghampirinya setiap malam, dalam keheningan, kelelapan, dan kegelisahan.
.
Zahra, nama yang indah, teduh dan menenangkan jiwa. Seandainya ia benar-benar ada dalam dunia nyata, bukan hanya semu belaka seperti saat ini. Kebingungan terus menggelayuti pikiran Rizki, mungkinkah Zahra merupakan sosok wanita yang kelak akan mandapingi hidupnya? Entahlah, Rizki pun tak bisa menjawab. Meskipun hidup Rizki saat ini dipenuhi kehampaan, tapi setidaknya kehadiran Zahra dalam mimpinya dapat mengobati semua perasaan rindunya, rindu untuk segera membangun mahligai rumah tangga.

#JeVa

Revolusi Cinta

Saat itu dunia benar-benar kelam dan suram, langit tampak mendung selalu. Entah sejak kapan matahari enggan menampakkan senyumnya. Sejak hari itu semua seolah berubah, tidak seperti sedia kala, sangat jauh berbeda dari kata sama.
.
"Wehhh, Bryan lo makin kinclong aja nih."
"Hahah, gue dari dulu juga gini kok Bim."
"Serius, kali ini beda banget."
"Hahahaha,...."
.
Hanya tawa yang bisa aku suguhkan disaat ada teman-teman yang menilai keadaan ku sekarang ini. Dunia yang ku pikir sempat terhenti, ternyata kembali lagi berputar. Pelangi tiba padahal hari tak hujan. Awan-awan putih beriak kesana kemari tanda cuaca sangat berteman. Memang semua orang akan mengalami titik terendah dalam hidupnya, tetapi hanya orang-orang yang berani bangkitlah yang kelak akan menemui kebahagian. Luka itu memang membekas, dalam mungkin iya. Namun aku tak ingin tenggelam, terjerat akan masa-masa yang membuatku merasa kehilangan akal. Cinta, defenisinya aku tak tau apa, tetapi satu kenangan yang pernah aku alami, yakni berevolusi karenanya. Tidak berdua tak mengapa, karena yang berdua saja belum tentu bahagia.

#JeVa

Kamis, 29 Maret 2018

Muhasabah Cintaku



       Duduk berdua di bangku taman sekolah sudah menjadi rutinitas dua sejolly yang genap menjalin asmara selama 2 tahun belakangan ini, mereka akrab dipanggil Aya dan Ian. Siapa pun tahu, apabila bel istirahat sudah berdering maka tak dapat dihindari jika sudut mata seisi sekolah akan menangkap dua sosok manusia yang sedang bercengkrama mesra di atas bangku taman sekolah, di bawah pohon mangga nan rindang mereka bersenda gurau. Namun kini, entah angin apa dan darimana yang membuat batang hidung kedua remaja tahap akhir tersebut sulit ditemukan dalam waktu yang bersamaan.
       Hari demi hari berlalu, sekarang sudah hari kelima mereka tak pernah tampak lagi berduaan seperti biasanya. Dari mulut ke mulut, kabar burung bahwa kisah asmara antara Aya dan Ian sudah kandas ditengah jalan, mulai menyebar keseluruh pelosok sekolah. Tiada yang menyangka perihal tersebut akan terjadi, padahal Aya dan Ian sudah cukup lama menjalin kisah asmara dan mereka juga sudah sejak lama saling mengenal satu sama lain, yaitu sejak mereka berusia enam tahun. Dulu waktu kecil Aya dan Ian selalu bermusuhan, saling mengejek, dan tak pernah hentinya bertengkar setiap hari layaknya kucing dan anjing.
       Berawal dari hubungan pertemanan mereka yang kurang baik, hingga akhirnya mereka menjadi teman dekat yang sangat akrab. Semenjak saat itu mereka menyadari bahwa telah tumbuh benih-benih cinta di hati keduanya, alhasil mereka memutuskan untuk mengubah status mereka menjadi pacaran yakni pada saat mereka duduk di bangku kelas 3 SMA. Setelah Aya dan Ian berpacaran, mereka terlihat sangat akur dan kemana-mana selalu berdua, namun kini kebersamaan dan tali cinta yang telah susah payah dibangun itu harus sirna seketika. Banyak orang yang menilai Aya dan Ian merupakan pasangan yang serasi, bagaimana tidak, Ian adalah salah satu siswa tampan yang paling favorit di sekolah mereka, Ian juga merupakan siswa pintar yang aktif di berbagai bidang dan organisasi seperti OSIS, PIK-R, dan lainnya. Sedangkan Aya adalah siswi yang baik, pintar, rendah hati, lagi cantiknya yang tak mampu membuat mata yang melihatnya terperanjat. Aya layaknya kembang sekolah.
****
       Sebagian orang menilai, masa SMA adalah masa paling indah sepanjang sejarah hidup manusia, dimana cintalah yang mendominasi keindahan tersebut, namun tidak begitu halnya dengan Aya. Disaat kebanyakan remaja terjerumus dalam kenistaan dunia yang penuh fatamorgana, Aya malah memilih beristiqamah, lebih memantapkan hati dan diri untuk bermuhasabah cinta kepada sang Illahi Rabbi. Aya tidak ingin dirinya ikut terbuai dalam nikmatnya surga dunia, demi kedua orang tuanya dan atas ridha Allah SWT. Aya mulai lebih fokus kepada pendidikannya, diiringi dengan mengikuti segala jenis kegiatan yang berbau islami, sehingga diharapkan bisa menambah ilmu keagamaannya yang saat ini masih dangkal.
       “Meskipun aku tidak semulia Fatimah Az-Zahra, putri kesayangan rasulullah SAW. Namun aku juga ingin memiliki cinta yang suci seperti beliau, hingga akhir hayatku aku ingin Allah tetap menyatukan aku dengannya sebagai sepasang kekasih sejati, hanya itu harapku.” Sepucuk doa tersebut selalu tercurah dari bibir mungil Aya seusai ia menjalankan kewajiban lima waktunya.
       Aya merasa sangat beruntung telah ikut dengan mama tercinta dalam suatu pengajian yang membahas tentang ‘Muhasabah Cinta’, sebuah topik sederhana yang mampu menggentarkan hati Aya yang sempat lengah dari perintah sang Illahi. Sepulang pengajian kalimat demi kalimat yang dilontarkan oleh ustadz pengisi ceramah, selalu terputar di memori Aya layaknya kaset tua yang telah usang sedang diputar. Hal itu tentu membuat hatinya merasa gelisah. Aya menunaikan salat malamnya sebanyak empat rakaat, ia berdoa dan menenangkan diri berharap Allah SWT. dengan murahnya memberikan hidayah untuknya.
****
       Pagi harinya, tanpa berpikir panjang Aya sudah tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Memutuskan ikatan cinta antara dirinya dengan Ian adalah sebuah keputusan yang tengah matang dalam hati dan pikirannya. Bukan karena ia tak lagi mencintai Ian, namun hal ini harus dilakukan Aya demi menjaga kesucian cintanya kepada Ian. Aya tidak ingin perasaan cinta yang telah tertanam didalam hatinya dan Ian menjadi suatu hal yang dibenci oleh Allah SWT. Kodratnya semua perasaan cinta itu suci, karena Allah lah yang telah menganugerahkannya kepada setiap insan di dunia, namun ada kalanya cinta suci itu berubah menjadi laknat bagi Allah terhadap manusia yang salah dalam memaknai arti cinta yang sesungguhnya.
       Setibanya Aya di sekolah, ternyata gerbang sekolah sudah menantinya. Aya langsung melangkahkan kaki dengan kencang menuju kelasnya. Belum sempat masuk kedalam kelas, mata Aya terbelalak saat ia menangkap sosok Ian yang tepat berdiri dihadapannya. Ian melemparkan senyum termanis pada Aya, namun tanpa sempat membalas senyuman itu Aya berlalu seketika.
       “Aya, tunggu!! Kamu kenapa, Ya? Kok pacarnya senyum malah dicuekin sih?” Tanya Ian sembari menyejajarkan langkahnya dengan Aya.
       Tanpa menghiraukan pertanyaan dari Ian, Aya bergegas menuju ke lokalnya. Ingin rasanya Ian mengejar Aya namun langkahnya terhenti, ia hanya dapat berdiri terpaku sambil kebingungan. Bagaimana bisa kekasihnya itu berubah 180 derajat dalam waktu semalam. Namun pertanyaan itu hanya berhasil singgah dikepalanya saja.
       Bel pulang sekolah pun berdering, Ian sengaja keluar kelas lebih dulu agar dapat menunggu Aya di depan gerbang sekolah. Sudah hampir setengah jam Ian menanti Aya, namun gerangan tak kunjung tiba.
       “Hai Ian, kamu ngapain dari tadi mondar mandir depan gerbang sekolah? Apa sekarang pekerjaanmu sudah menjadi petugas security sekolah, hah?” Tanya Andre, teman sekelas Ian.
       “Aku sedang menunggu Aya pulang, memang kenapa?” balas Ian dengan nada datar.
       “Eh, Aya? Kalau nggak salah tadi aku lihat dia sedang di ruang perpustakaan sekolah.” Ujar Andre.
      “Serius? Ya sudah kalau gitu aku mau menyusul Aya dulu, terimakasih brother.”
       Ian segera berlari menuju ruang perpustakaan sekolah. Disana ia temui sosok gadis yang sangat ia cintai tengah duduk sambil membaca buku pelajaran. Wajah teduhnya membuat hati Ian yang menatap lekat wajahnya menjadi tentram. Lalu dihampirinya gadis tersebut.
       ”Aya, aku ingin bicara sesuatu kepadamu.” Ujar Ian sembari mencoba meraih tangan Aya.
       “Maaf Ian, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, aku harus segera pergi.” Aya bangkit dari duduknya, Ian mencoba menghalanginya.
       “Ya, aku mohon tolong jelaskan dulu apa yang telah terjadi padamu,” Pinta Ian sebelum Aya pergi meninggalkan perpustakaan.
       “Baiklah, sekarang keputusanku sudah bulat, aku mau hubungan kita cukup berakhir sampai disini.” Ujar Aya dengan lembut tapi tegas.
       Aya pun segera pergi meninggalkan Ian yang hanya dapat berdiam diri, terpaku memendam kecewa tatkala ucapan itu terlontar dari bibir Aya. Ian tak habis pikir bahwa hubungannya akan berakhir seperti ini. Sebuah hubungan yang diharapkannya dapat terus berlanjut hingga nanti saat janji suci terucap dari bibir keduanya, ternyata harus disudahi secepat kilat menyambar seperti ini. Tiada angin dan tiada hujan, mahligai cinta yang telah dirinya dan Aya bangun selama ini runtuh.
****
       Air mata Aya meluncur tiada hentinya tatkala mengingat kejadian sepuluh tahun silam tersebut. Semenjak hubungannya dengan Ian terpecah berai, ia tak pernah lagi melihat batang hidung pria itu dan juga tak pernah lagi mendengar kabar tentangnya. Aya sempat berpikir akankah begitu mudahnya bagi Ian untuk melupakan Aya, sedangkan dirinya sendiri hingga saat ini masih mampu menjaga cinta sucinya untuk Ian tanpa ternodai sedikitpun, semua dilakukannya dengan hati ikhlas karena Allah SWT.
       Tepat 3 bulan yang lalu Aya berhasil meraih gelar sarjananya, dan kini ia sedang ditempatkan di salah satu rumah sakit terkenal di Bandung. Kini, Aya semakin mempertebal dinding keimanannya serta lanjut berhijrah ke jalan yang lebih baik lagi. Pakaian muslimah disertai jilbab dalam yang membalut tubuhnya menjadikannya semakin cantik dan anggun. Muhasabah cintanya kepada Allah SWT telah mengantarkannya menjadi seorang gadis yang begitu taat beragama. Tentunya Aya yang sekarang sangat menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya. Aya berhasil menjadi seorang anak yang berbakti kepada orang tua serta telah menuntun mereka menuju surga-Nya.
       Mama Aya bingung, mengapa disaat usia anaknya sudah beranjak 28 tahun, tak sekali pun Aya pernah mengenalkan seorang pria kepada Mama dan Papanya. Bukan karena apa-apa tapi hati Aya tetap bersiteguh menunggu jawaban atas segala doa yang selalu ia curahkan disetiap sujudnya kepada sang pencipta. Berkali-kali Mama berusaha membujuk Aya untuk dijodohkan dengan anak dari rekan kerja Mama dan Papa, namun tak satupun yang Aya iyakan.
****
       Suatu ketika saat Aya sedang bertugas di rumah sakit, Mama meneleponnya.
      “Halo, Aya? Sekarang kamu harus segera pulang ke rumah Ya, ini penting!” Ujar Mama dengan suara tergesa-gesa.
       “Apa yang terjadi, Ma? Mengapa nada bicara Mama terdengar begitu serius?” Tanya Aya yang mulai panik.
       “Nanti Mama jelaskan di rumah ya, nak. Lebih baik kamu segera pulang.” Jawab mama.
       “Iya Ma, Aya akan segera pulang. Mama tenang dulu ya, Ma.” Mereka mengakhiri percakapan melalui telepon.
       Nada bicara Mama yang sangat serius membuat jantung Aya tak berhenti berdegup kencang. Aya pun bergegas mengakhiri pekerjaannya dan langsung menuju ke kediamannya di Jalan Linggarjati nomor 7, kota Bandung.
      Sembari di perjalanan pulang Aya terus berfikir yang tidak-tidak tentang apa  yang telah terjadi di rumahnya. Ketika sampai di rumah, Aya segera berlari sambil memanggil Mama dengan dipenuhi rasa khawatir. Namun, ternyata tidak ada terjadi apa-apa dirumahnya. Mama tertawa melihat reaksi Aya. Aya pun bergumam kesal, ternyata sang Mama hanya mengerjainya.
       “Mamaaa,… Ih, Mama sudah buat Aya sangat khawatir tahu, Ma.” Celoteh Aya.
       “Maafin Mama ya sayang, habisnya kalau tidak begitu Mama tau kamu tidak akan pulang sekarang juga.” Jelas Mama.
       “Nggak perlu sampai buat Aya khawatir begitu juga kan, Ma!” Wajah Aya mulai cemberut. Lalu Mama mengusap kepala Aya sambil tersenyum, kemudian memeluknya. Pelukan Mama berhasil membuat hati Aya kembali damai.
       Ternyata hal yang ingin dibicarakan oleh Mama yaitu mengenai perjodohan Aya dengan seorang pria mapan lulusan Universitas Al-Azhar, yang ilmu agamanya sudah tidak diragukan lagi. Kecintaan pria tersebut terhadap Allah SWT menjadikannya sebagai sosok yang sangat taat dan tunduk terhadap perintah-Nya, dan kini lelaki itulah yang akan menjadi calon imam bagi Aya. Aya tertegun kala mendangar Mama menyampaikan berita tersebut, rasa hatinya belum sanggup untuk melepaskan cintanya terhadap Ian dan memulai kembali mencintai laki-laki lain yang bahkan bibit, bobotnya belum banyak diketahui Aya. Entah mengapa kali ini rasanya Aya tak bisa menolak permintaan sang Mama, Aya mengangguk patuh menerima dengan lapang dada perjodohan itu. Aya yakin bahwa pilihan Mama adalah yang terbaik. Dan pernikahan mereka akan segera diselenggarakan bulan depan.
****
       Hari yang dinantikan pun tiba, detak jantung Aya berdegub kian kencang menanti seorang lelaki yang tak lama lagi akan menjadi imam baginya. Perasaan sedih menyelimuti hati Aya kala membayangkan harapannya untuk bisa bersatu dengan Ian semakin menipis. Kini cinta dan kasih sayangnya untuk Ian harus rela ia berikan kepada orang lain.
       Pria yang hendak meminang Aya telah duduk disampingnya, tak sedikitpun Aya menolehkan wajahnya kepada pria tersebut, begitu pula sebaliknya, hingga kalimat ijab kabul terlontar, tak sekalipun mereka saling bertatap muka.
       Setelah ijab Kabul selesai dilaksanakan, mata Aya mulai berair. Tak kuasa Aya menahan isak tangis yang hendak pecah dikala kebahagiaan yang seharusnya ia rasakan dengan senyuman berubah menjadi lautan air mata. Bersyukur adalah hal pertama yang terlintas dalam benak Aya, kini lelaki yang selalu disebutnya dalam setiap doa, sudah resmi menjadi imamnya. Lelaki itu yakni Bryan Nuggroho yang akrab dipanggil Ian.
       Ternyata seminggu sebelum hari-H, Ian sudah mengetahui bahwa wanita yang akan segera dipinangnya  itu adalah dambaan hatinya selama ini. Ian merasa begitu senang dan ia pun masih tak habis pikir ternyata wanita yang sangat ia cintai itu telah berhasil diikatnya dalam sebuah janji suci tali pernikahan. Sedangkan Aya yang tak mau tahu tentang lelaki yang menjadi calon suaminya itu, hanya sekedar mengetahui namanya dan dimana tempat bekerjanya. Aya tak habis pikir bahwa pria tersebut ternyata Ian sang pujaan hatinya, sebab Mama hanya memberi tahu bahwa calon suami Aya bernama Ryan. Yah, memang Ian merupakan panggilan akrab bagi Ryan, yang nama aslinya adalah Bryan.
       Bahagia yang melebihi apapun tampak jelas dari keduanya, mata mereka berbinar-binar saat bertatap pandang melepas kerinduan setelah berpisah selama sepuluh tahun lamanya. Janji Allah itu ada, dan kini meraka merasakan sendiri bahwa jalan Allah lebih indah dari apa yang telah direncanakan oleh manusia. Cinta kepada Allah adalah yang paling utama. Muhasabah cinta Aya telah menuntunnya kepada cinta sejati dengan cara yang suci.

#MuhasabahCinta #CintaBahagia #CintakarenaAllah #KisahCintaRemajaMuslimah

Let's Fight!!!

Hey,... Kamu yang sedang duduk termenung! Coba lihat pada cermin itu, apakah kamu bisa melihat masa depanmu? Nah, enggak kan,... Lantas,...