Hey,...
Kamu yang sedang duduk termenung!
Coba lihat pada cermin itu, apakah kamu bisa melihat masa depanmu?
Nah, enggak kan,...
Lantas, mengapa kau masih saja bersantai ria disaat api semangat sedang membara pada diri teman-temanmu nun disana,...
Apa kamu pikir kalian berbeda?
Kalian sama saja!
Toh kalian sama-sama akan menghadapi medan pertempuran tersengit menuju kampus impian kalian,...
Tidakkah kamu merasa malu, tatkala mereka sedang berjuang keras sedangkan kamu sibuk melumuti benda kecil super pintar di tanganmu itu?
Hello,... Berharap dapat hasil yang sama dengan melalui perjuangan yang beda?!? Mana bisa,... Logika aja!
Jangan lagi terlalu bergantung sama keberuntungan.
Jangan terlalu pasrah sama takdir.
Dan jangan mau nyerah sama keadaan.
Kamu di desa dengan kawanmu yang di kota pun sama-sama harus berjuang.
Karena ga ada masa depan yang bisa digapai dengan instan.
Udah deh, coba letakin aja "dia". Relain waktumu dengan "dia" 2 bulan aja. Demi masa depanmu.
Mana kamu yang dulu berazaz "demi orang tua"?
Ngomong doang mah mudah, mulai nya susah kan?!?
Kenapa susah? Ya karena kamu ga mau memulainya dari 'sekarang'.
Ga usah mikirin yang aneh-aneh.
Ga usah mikirin yang susah-susah.
Ga usah mikirin besoknya gimana.
Yang penting kamu tau sekarang kamu harus melakukan apa.
Ingat! Kamu berhak bahagia.
Kamu berhak dapat masa depan yang cerah.
Kamu berhak nunjukin sama dunia kalau kamu juga 'bisa'.
Sama seperti mereka-mereka terdahulu.
Bedanya cuma waktu. Mereka sukses hari ini, karena apa yang mereka lakukan 'kemarin'. Sedangkan kamu akan sukses 'esok', karena apa yang kamu lakukan hari ini.
So, let's fight together!!!
Jangan lupa untuk melibatkan Allah dalam setiap langkahmu.
Bismillah,...
#bakar_semangatmu
#salam_pejuang
#salam_sukses
@jennyfferolin
Shakeelphys.ics
Sastraku dharmaku... Teruntuk para pecinta sastra, ruang tanpa batas~
Minggu, 10 Maret 2019
Rabu, 24 Oktober 2018
Tips-Tips Memilih Jurusan di Universitas
Assalamu'alaikum sobat,...
Hallo, teman-teman Blast Heart,...
Sekarang Jeje mau bahas tentang "Tips-Tips Memilih Jurusan di Universitas". Waah, mana nih suara siswa tingkat akhir yang sebentar lagi akan menghadapi ujian Pra-UN?!? Udah sejauh mana persiapannya? Udah tau, mau milih jurusan apa pas kuliah nanti? Nilai rapornya gimana? Persiapan SBMPTN udah mulai belum? Atau, udah siap untuk tes masuk PKN STAN? Yah, kurang lebih kuping kamu pasti pernah merasa peka(k) denger kalimat-kalimat seperti itu terlontar dari sekelilingmu, bak pisau yang statis ditancapkan pada benakmu, justru hal tersebut bisa aja ngebunuh. Jalani aja belum, udah depresi duluan mikirinnya, jangan lah yaa....
Okay,... Jadi gini nih guys, daripada mikirin apa kata orang, alangkah indahnya jika kita merancang konsep untuk masa depan kita, salah satunya yaitu dengan cara menentukan jurusan yang akan kita pilih di Universitas kelak. Gawat nih, kalau siswa tingkat akhir jaman sekarang belum pada tau mau milih jurusan apa nantinya(!) Secara ya, jurusan yang kita pilih untuk kuliah itu, menentukan di bidang mana kita harus menempuh dunia pekerjaan. Meskipun gak pasti-pasti amat sih, tapi setidaknya itu akan memberikan kita gambaran mengenai hal apa yang harus kita persiapkan untuk menjadi pemenang. Maksudnya yakni, ditengah persaingan yang semakin ketat dalam memperoleh pekerjaan, kita tidak boleh kalah saing. Oleh karena itu, kita wajib mempunyai skill yang mampu menunjang pekerjaan yang kita jalani di masa yang akan datang.
Hadeuh, panjang gitu ya pembahasaannya(!) Jadi, initinya gini sih, marilah teman-teman, kita bulatkan tekad, memantapkan hati, meyakinkan pikiran, dan mulailah merangkai jalan bagi cita-cita kita untuk meraih masa depan yang terbaik. Bagi teman-teman yang udah tau mau milih jurusan apa pas kuliah nanti, Alhamdulillah. Semoga dikuatkan dalam berikhtiar dan diteguhkan dalam bertawakkal. Semangaatttttt!!!
Eits, bagi teman-teman yang belum tau mau pilih jurusan apa, atau teman-teman yang memiliki kendala dalam memilih jurusan yang diinginkannya, tak perlu susah payah bersedih. Disini Jeje akan membagikan tips-tipsnya nih teman, semoga bisa sedikit membantu yaaa :')
Tips-tips :
- Pertama, tentukanlah waktu yang tepat bagi kamu untuk bisa fokus memikirkan masa depanmu.
Lebih disarankan sendiri sih, supaya kata hati kamu mau keluar, mungkin dia terlalu malu di depan orang banyak, hehe.
Sebagai makhluk yang berakal nan diciptakan Tuhan penuh kesempurnaan, marilah kita mulai merancang masa depan. Banyak yang bilang, kita harus memanfaatkan masa-masa SMA sebaik mungkin, karena hanya kita alami satu kali dan akan menjadi masa yang paling bersejarah dalam hidup kita.
Hello guys, emang masa depan kalian bakal datang dua kali apa? Enggak kan! Jadi, apa kalian rela masa SMA yang nantinya hanya akan menjadi masa lalu (kelam pula lagi kan), mengganggu dan membatasi masa depan kalian (semoga aja cerah, Aamiin). Stop guys, menikmati sih menikmati, tapi jangan kelewatan sampai membuat kita kurang memperhatikan langkah apa yang akan kita tempuh untuk meraih masa depan yang cerah itu.
Penyesalan emang selalu datang terlambat, daripada menyesal kemudian, alangkah baiknya kita manfaatkan waktu yang ada untuk fokus pada masa depan. Dengan begitu bukan berarti kita gak bisa lagi menikmati masa SMA, contohnya membuat kelompok belajar bersama teman-teman untuk membahas soal, baik UN atau pun SBMPTN. Bisa kan? Tanpa harus kehilangan waktu berharga dengan teman, kita juga gak akan kehilangan masa depan cerah.
- Kedua, setelah kamu dapat waktu yang pas, mulailah mencari referensi jurusan-jurusan kuliah, baik itu untuk anak IPA dan juga IPS.
Kamu bisa melihatnya di internet, atau bisa juga dengan membaca buku kumpulan jurusan yang ada di dunia perkuliahan.
- Ketiga, catatlah sekurang-kurangnya 10 jurusan yang kamu minati.
- Kemudian , carilah informasi dari segala sumber, dimana saja universitas yang menyediakan jurusan yang kamu minati tersebut.
Cari juga data mengenai passing grade, akreditasi jurusan, peluang kerjanya, dan juga jumlah quota penerimaan mahasiswa setiap tahunnya, minimal 4 tahun belakangan. Tandai jurusan yang terbaik dari beberapa kategori tersebut.
- Setelah memperoleh data-data yang akurat, kamu bisa memperhatikan di jurusan apa kamu merasa nyaman.
Perhatikan juga jurusan yang berhubungan dengan mata pelajaran yang menjadi ability kamu. Sesuaikan jurusan-jurusan tersebut dengan minat dan bakat yang kamu miliki.
- Lalu, coretlah jurusan yang tereliminasi dari kategori di atas, dan kamu bisa menyisakan 3 jurusan terbaik yang paling sesuai dengan diri kamu.
- Tips selanjutnya yaitu, berbincanglah dengan orang tuamu secara hangat, mengenai jurusan yang telah kamu pilih. Yakinkan orang tuamu bahwa kamu benar-benar serius memilih jurusan tersebut. Banyak juga nih teman-teman yang galau karena orang tua tidak menyetujui jurusan yang dipilihnya. Akhirnya rasa semangat dalam belajar pun dapat menurun. Untuk menghindari hal tersebut, kamu harus membicarakannya terlebih dahulu dengan orang tuamu. Dan kamu juga bisa meminta saran dari mereka, agar nantinya ditemui kesepakatan antara anak dan orang tua.
- Kamu juga bisa mengupdate informasi-informasi terbaru mengenai jurusan yang kamu pilih, sehingga memacu semangat dan lebih meyakinkan dirimu bahwa kamu tidak salah dalam memilih jurusan.
- Tulislah jurusan dan cita-citamu pada "mind map" agar kamu terus terpacu untuk serius ketika belajar.
- Terakhir, jangan lupa berdoa dan bertawakkal. InsyaAllah jalanmu akan dimudahkan oleh Allah.Swt....
Percayalah teman bahwa akan ada sesuatu yang Allah berikan di luar dugaan kita. Termasuk itu masa depan.
Duh, gak terasa sudah panjang aja tulisannya. Semoga apa yang Jeje tuliskan bisa bermanfaat bagi teman-teman semua. Aamiin. Barakallahu!!
Semangat!! Semangat!! Semangat!! Para Pejuang!! 👊👊👊
#Salam_Sukses
Hallo, teman-teman Blast Heart,...
Sekarang Jeje mau bahas tentang "Tips-Tips Memilih Jurusan di Universitas". Waah, mana nih suara siswa tingkat akhir yang sebentar lagi akan menghadapi ujian Pra-UN?!? Udah sejauh mana persiapannya? Udah tau, mau milih jurusan apa pas kuliah nanti? Nilai rapornya gimana? Persiapan SBMPTN udah mulai belum? Atau, udah siap untuk tes masuk PKN STAN? Yah, kurang lebih kuping kamu pasti pernah merasa peka(k) denger kalimat-kalimat seperti itu terlontar dari sekelilingmu, bak pisau yang statis ditancapkan pada benakmu, justru hal tersebut bisa aja ngebunuh. Jalani aja belum, udah depresi duluan mikirinnya, jangan lah yaa....
Okay,... Jadi gini nih guys, daripada mikirin apa kata orang, alangkah indahnya jika kita merancang konsep untuk masa depan kita, salah satunya yaitu dengan cara menentukan jurusan yang akan kita pilih di Universitas kelak. Gawat nih, kalau siswa tingkat akhir jaman sekarang belum pada tau mau milih jurusan apa nantinya(!) Secara ya, jurusan yang kita pilih untuk kuliah itu, menentukan di bidang mana kita harus menempuh dunia pekerjaan. Meskipun gak pasti-pasti amat sih, tapi setidaknya itu akan memberikan kita gambaran mengenai hal apa yang harus kita persiapkan untuk menjadi pemenang. Maksudnya yakni, ditengah persaingan yang semakin ketat dalam memperoleh pekerjaan, kita tidak boleh kalah saing. Oleh karena itu, kita wajib mempunyai skill yang mampu menunjang pekerjaan yang kita jalani di masa yang akan datang.
Hadeuh, panjang gitu ya pembahasaannya(!) Jadi, initinya gini sih, marilah teman-teman, kita bulatkan tekad, memantapkan hati, meyakinkan pikiran, dan mulailah merangkai jalan bagi cita-cita kita untuk meraih masa depan yang terbaik. Bagi teman-teman yang udah tau mau milih jurusan apa pas kuliah nanti, Alhamdulillah. Semoga dikuatkan dalam berikhtiar dan diteguhkan dalam bertawakkal. Semangaatttttt!!!
Eits, bagi teman-teman yang belum tau mau pilih jurusan apa, atau teman-teman yang memiliki kendala dalam memilih jurusan yang diinginkannya, tak perlu susah payah bersedih. Disini Jeje akan membagikan tips-tipsnya nih teman, semoga bisa sedikit membantu yaaa :')
Tips-tips :
- Pertama, tentukanlah waktu yang tepat bagi kamu untuk bisa fokus memikirkan masa depanmu.
Lebih disarankan sendiri sih, supaya kata hati kamu mau keluar, mungkin dia terlalu malu di depan orang banyak, hehe.
Sebagai makhluk yang berakal nan diciptakan Tuhan penuh kesempurnaan, marilah kita mulai merancang masa depan. Banyak yang bilang, kita harus memanfaatkan masa-masa SMA sebaik mungkin, karena hanya kita alami satu kali dan akan menjadi masa yang paling bersejarah dalam hidup kita.
Hello guys, emang masa depan kalian bakal datang dua kali apa? Enggak kan! Jadi, apa kalian rela masa SMA yang nantinya hanya akan menjadi masa lalu (kelam pula lagi kan), mengganggu dan membatasi masa depan kalian (semoga aja cerah, Aamiin). Stop guys, menikmati sih menikmati, tapi jangan kelewatan sampai membuat kita kurang memperhatikan langkah apa yang akan kita tempuh untuk meraih masa depan yang cerah itu.
Penyesalan emang selalu datang terlambat, daripada menyesal kemudian, alangkah baiknya kita manfaatkan waktu yang ada untuk fokus pada masa depan. Dengan begitu bukan berarti kita gak bisa lagi menikmati masa SMA, contohnya membuat kelompok belajar bersama teman-teman untuk membahas soal, baik UN atau pun SBMPTN. Bisa kan? Tanpa harus kehilangan waktu berharga dengan teman, kita juga gak akan kehilangan masa depan cerah.
- Kedua, setelah kamu dapat waktu yang pas, mulailah mencari referensi jurusan-jurusan kuliah, baik itu untuk anak IPA dan juga IPS.
Kamu bisa melihatnya di internet, atau bisa juga dengan membaca buku kumpulan jurusan yang ada di dunia perkuliahan.
- Ketiga, catatlah sekurang-kurangnya 10 jurusan yang kamu minati.
- Kemudian , carilah informasi dari segala sumber, dimana saja universitas yang menyediakan jurusan yang kamu minati tersebut.
Cari juga data mengenai passing grade, akreditasi jurusan, peluang kerjanya, dan juga jumlah quota penerimaan mahasiswa setiap tahunnya, minimal 4 tahun belakangan. Tandai jurusan yang terbaik dari beberapa kategori tersebut.
- Setelah memperoleh data-data yang akurat, kamu bisa memperhatikan di jurusan apa kamu merasa nyaman.
Perhatikan juga jurusan yang berhubungan dengan mata pelajaran yang menjadi ability kamu. Sesuaikan jurusan-jurusan tersebut dengan minat dan bakat yang kamu miliki.
- Lalu, coretlah jurusan yang tereliminasi dari kategori di atas, dan kamu bisa menyisakan 3 jurusan terbaik yang paling sesuai dengan diri kamu.
- Tips selanjutnya yaitu, berbincanglah dengan orang tuamu secara hangat, mengenai jurusan yang telah kamu pilih. Yakinkan orang tuamu bahwa kamu benar-benar serius memilih jurusan tersebut. Banyak juga nih teman-teman yang galau karena orang tua tidak menyetujui jurusan yang dipilihnya. Akhirnya rasa semangat dalam belajar pun dapat menurun. Untuk menghindari hal tersebut, kamu harus membicarakannya terlebih dahulu dengan orang tuamu. Dan kamu juga bisa meminta saran dari mereka, agar nantinya ditemui kesepakatan antara anak dan orang tua.
- Kamu juga bisa mengupdate informasi-informasi terbaru mengenai jurusan yang kamu pilih, sehingga memacu semangat dan lebih meyakinkan dirimu bahwa kamu tidak salah dalam memilih jurusan.
- Tulislah jurusan dan cita-citamu pada "mind map" agar kamu terus terpacu untuk serius ketika belajar.
- Terakhir, jangan lupa berdoa dan bertawakkal. InsyaAllah jalanmu akan dimudahkan oleh Allah.Swt....
Percayalah teman bahwa akan ada sesuatu yang Allah berikan di luar dugaan kita. Termasuk itu masa depan.
Duh, gak terasa sudah panjang aja tulisannya. Semoga apa yang Jeje tuliskan bisa bermanfaat bagi teman-teman semua. Aamiin. Barakallahu!!
Semangat!! Semangat!! Semangat!! Para Pejuang!! 👊👊👊
#Salam_Sukses
@Jennyfferolin
Rabu, 12 September 2018
Life is a Choice
"Hidup adalah Pilihan, Pilihan menentukan Segalanya"
Kedua, kita dapat melihat sebuah tempat yang terletak di atas pohon yang besar. Sama halnya dengan hidup kita yang harus punya tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, kita harus menempuh sebuah perjalanan dengan berbagai rintangan. Hidup itu juga punya aturan dan setiap langkah harus kita lewati berdasarkan jalurnya.
Ketiga, alam merupakan sumber kehidupan kita, maka dari itu kelestarian alam harus selalu dijaga. Banyak cara yang dapat kita lakukan demi menjaga kelestarian alam, salah satunya dengan melakukan penghijauan dan mengurangi penebangan hutan.
Intinya untuk mendapatkan segala yang terbaik dalam hidup ini, kita harus mampu menentukan pilihan diantara banyaknya pilihan, karena hidup adalah pilihan. Akan menjadi buruk atau menjadi baik, semua terletak di tangan kita sendiri.
Senin, 02 Juli 2018
Enjoy Your Life
Gak capek lari terus?
Gak capek patah hati terus?
Gak capek nunggu yang gak pasti terus?
Gak capek ngejar yang gak melirikmu terus?
Gak capek diam terus?
Gak capek menyesal terus?
Blablablabla,... Banyak banget rasanya opini orang yang berkata begini begitu padahal gak tau pasti apa yang sebenarnya berkecamuk didalam dirimu. Opini-opini buruk yang membuat kamu semakin terpuruk akan perasaan yang sering kali membuatmu jatuh sejatuh-jatuhnya, baik itu perihal percintaan, pertemanan, pendidikan, perekonomian, harapan, atau apa pun itu yang tak sesuai dengan yang kita inginkan.
STOP!!! Membuat dirimu merasa tersakiti, menanamkan rasa penyesalan teramat mendalam akan apa yang telah terjadi, tak perlu kau lakukan itu lagi
Hidupmu tak hanya milikmu yang bisa kau atur semaumu, bukankah kau tau bahwa ada Tuhan yang mengatur semua itu? Jika kau tau ingin menerima takdirmu, tidakkah itu pertanda bahwa kau tak benar-benar meyakini keberadaan-Nya?
Enjoy your life,...
Nikmati saja, apa pun yang terjadi, hadapi saja semua sesuai skenario-Nya, tak perlu kau mengeluarkan banyak tenaga untuk mengeluh, sebab yang perlu kamu lakukan ada pergerakkan untuk senantiasa menciptakan perubahan.
Masalah hadir di tengah kebahagian tidak lain tanpa tujuan, bukan berlari tapi hadapi dengan kepala tengadah gagah berani, dengan sendirinya masalah yang datang silih berganti akan takhluk pada hati yang tak lekang oleh bara api, bola salju, siklon tropis sekalipun itu. Mungkin kamu tak kan pernah merasa sekuat itu? Mengapa tidak? Sedangkan Tuhanmu sangat berkuasa atas apa yang ada di langit dan di bumi, untuk apa masih ragu-ragu. Teruslah melangkah dan berusaha, yakinlah pada kehebatan-Nya.
Hikmahnya yaitu, alangkah baiknya kita senantiasa menikmati hidup untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Kebahagian tak perlu yang muluk-muluk, karena hal sekecil apapun dapat menjadi sumber kebahagian. Kunci kebahagiaan adalah menimati kenikmatan, bersyukur dan bertawakkal akan segala sesuatu yang ada di hidupmu, bukan hidup orang lain! Maka dari itu, "Be your self and enjoy your life".
@Jennyfferolin
Gak capek patah hati terus?
Gak capek nunggu yang gak pasti terus?
Gak capek ngejar yang gak melirikmu terus?
Gak capek diam terus?
Gak capek menyesal terus?
Blablablabla,... Banyak banget rasanya opini orang yang berkata begini begitu padahal gak tau pasti apa yang sebenarnya berkecamuk didalam dirimu. Opini-opini buruk yang membuat kamu semakin terpuruk akan perasaan yang sering kali membuatmu jatuh sejatuh-jatuhnya, baik itu perihal percintaan, pertemanan, pendidikan, perekonomian, harapan, atau apa pun itu yang tak sesuai dengan yang kita inginkan.
STOP!!! Membuat dirimu merasa tersakiti, menanamkan rasa penyesalan teramat mendalam akan apa yang telah terjadi, tak perlu kau lakukan itu lagi
Hidupmu tak hanya milikmu yang bisa kau atur semaumu, bukankah kau tau bahwa ada Tuhan yang mengatur semua itu? Jika kau tau ingin menerima takdirmu, tidakkah itu pertanda bahwa kau tak benar-benar meyakini keberadaan-Nya?
Enjoy your life,...
Nikmati saja, apa pun yang terjadi, hadapi saja semua sesuai skenario-Nya, tak perlu kau mengeluarkan banyak tenaga untuk mengeluh, sebab yang perlu kamu lakukan ada pergerakkan untuk senantiasa menciptakan perubahan.
Masalah hadir di tengah kebahagian tidak lain tanpa tujuan, bukan berlari tapi hadapi dengan kepala tengadah gagah berani, dengan sendirinya masalah yang datang silih berganti akan takhluk pada hati yang tak lekang oleh bara api, bola salju, siklon tropis sekalipun itu. Mungkin kamu tak kan pernah merasa sekuat itu? Mengapa tidak? Sedangkan Tuhanmu sangat berkuasa atas apa yang ada di langit dan di bumi, untuk apa masih ragu-ragu. Teruslah melangkah dan berusaha, yakinlah pada kehebatan-Nya.
Hikmahnya yaitu, alangkah baiknya kita senantiasa menikmati hidup untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Kebahagian tak perlu yang muluk-muluk, karena hal sekecil apapun dapat menjadi sumber kebahagian. Kunci kebahagiaan adalah menimati kenikmatan, bersyukur dan bertawakkal akan segala sesuatu yang ada di hidupmu, bukan hidup orang lain! Maka dari itu, "Be your self and enjoy your life".
@Jennyfferolin
Kamis, 24 Mei 2018
Jomlo
"Zahra, tolong ambilkan Mas segelas air putih."
"Baik Mas, ini sudah saya ambilkan."
"Terima kasih ya, Mas sangat bersyukur telah dikaruniai teman hidup sperti engkau."
"Tidak perlu berterima kasih Mas, semua itu sudah jadi kewajibanku. Engkau adalah ladang pahala terbesar untukku Mas."
.
Azan subuh tengah berkumandang, Rizki terjaga dari lelapnya, lalu ia bergegas untuk mengambil air wudhu. "Astaghfirullahhaladziim" seketika itu Rizki mengucap. Dinginnya sentuhan air wudhu telah mengembalikan kesadarannya, tanpa ia sadari sempat ia merasa ingin membangunkan sang pujaan hati untuk melaksanakan salat subuh berjamaah. Tapi ia sadar, ternyata belum ada sosok bidadari yang menemani setiap sujudnya kepada sang illahi rabbi, yang selama ini hadir sebagai bunga dalam tidurnya.
.
Setelah menyelesaikan ibadah salat subuh, Rizki sempat termenung. Siapakah gerangan bernama Zahra yang selalu menjelma menjadi kekasih hati Rizki, banyak orang yang bernama Zahra disekitarnya, mungkin karena itu nama Zahra lah yang tak pernah enggan menghampirinya setiap malam, dalam keheningan, kelelapan, dan kegelisahan.
.
Zahra, nama yang indah, teduh dan menenangkan jiwa. Seandainya ia benar-benar ada dalam dunia nyata, bukan hanya semu belaka seperti saat ini. Kebingungan terus menggelayuti pikiran Rizki, mungkinkah Zahra merupakan sosok wanita yang kelak akan mandapingi hidupnya? Entahlah, Rizki pun tak bisa menjawab. Meskipun hidup Rizki saat ini dipenuhi kehampaan, tapi setidaknya kehadiran Zahra dalam mimpinya dapat mengobati semua perasaan rindunya, rindu untuk segera membangun mahligai rumah tangga.
#JeVa
"Baik Mas, ini sudah saya ambilkan."
"Terima kasih ya, Mas sangat bersyukur telah dikaruniai teman hidup sperti engkau."
"Tidak perlu berterima kasih Mas, semua itu sudah jadi kewajibanku. Engkau adalah ladang pahala terbesar untukku Mas."
.
Azan subuh tengah berkumandang, Rizki terjaga dari lelapnya, lalu ia bergegas untuk mengambil air wudhu. "Astaghfirullahhaladziim" seketika itu Rizki mengucap. Dinginnya sentuhan air wudhu telah mengembalikan kesadarannya, tanpa ia sadari sempat ia merasa ingin membangunkan sang pujaan hati untuk melaksanakan salat subuh berjamaah. Tapi ia sadar, ternyata belum ada sosok bidadari yang menemani setiap sujudnya kepada sang illahi rabbi, yang selama ini hadir sebagai bunga dalam tidurnya.
.
Setelah menyelesaikan ibadah salat subuh, Rizki sempat termenung. Siapakah gerangan bernama Zahra yang selalu menjelma menjadi kekasih hati Rizki, banyak orang yang bernama Zahra disekitarnya, mungkin karena itu nama Zahra lah yang tak pernah enggan menghampirinya setiap malam, dalam keheningan, kelelapan, dan kegelisahan.
.
Zahra, nama yang indah, teduh dan menenangkan jiwa. Seandainya ia benar-benar ada dalam dunia nyata, bukan hanya semu belaka seperti saat ini. Kebingungan terus menggelayuti pikiran Rizki, mungkinkah Zahra merupakan sosok wanita yang kelak akan mandapingi hidupnya? Entahlah, Rizki pun tak bisa menjawab. Meskipun hidup Rizki saat ini dipenuhi kehampaan, tapi setidaknya kehadiran Zahra dalam mimpinya dapat mengobati semua perasaan rindunya, rindu untuk segera membangun mahligai rumah tangga.
#JeVa
Revolusi Cinta
Saat itu dunia benar-benar kelam dan suram, langit tampak mendung selalu. Entah sejak kapan matahari enggan menampakkan senyumnya. Sejak hari itu semua seolah berubah, tidak seperti sedia kala, sangat jauh berbeda dari kata sama.
.
"Wehhh, Bryan lo makin kinclong aja nih."
"Hahah, gue dari dulu juga gini kok Bim."
"Serius, kali ini beda banget."
"Hahahaha,...."
.
Hanya tawa yang bisa aku suguhkan disaat ada teman-teman yang menilai keadaan ku sekarang ini. Dunia yang ku pikir sempat terhenti, ternyata kembali lagi berputar. Pelangi tiba padahal hari tak hujan. Awan-awan putih beriak kesana kemari tanda cuaca sangat berteman. Memang semua orang akan mengalami titik terendah dalam hidupnya, tetapi hanya orang-orang yang berani bangkitlah yang kelak akan menemui kebahagian. Luka itu memang membekas, dalam mungkin iya. Namun aku tak ingin tenggelam, terjerat akan masa-masa yang membuatku merasa kehilangan akal. Cinta, defenisinya aku tak tau apa, tetapi satu kenangan yang pernah aku alami, yakni berevolusi karenanya. Tidak berdua tak mengapa, karena yang berdua saja belum tentu bahagia.
#JeVa
.
"Wehhh, Bryan lo makin kinclong aja nih."
"Hahah, gue dari dulu juga gini kok Bim."
"Serius, kali ini beda banget."
"Hahahaha,...."
.
Hanya tawa yang bisa aku suguhkan disaat ada teman-teman yang menilai keadaan ku sekarang ini. Dunia yang ku pikir sempat terhenti, ternyata kembali lagi berputar. Pelangi tiba padahal hari tak hujan. Awan-awan putih beriak kesana kemari tanda cuaca sangat berteman. Memang semua orang akan mengalami titik terendah dalam hidupnya, tetapi hanya orang-orang yang berani bangkitlah yang kelak akan menemui kebahagian. Luka itu memang membekas, dalam mungkin iya. Namun aku tak ingin tenggelam, terjerat akan masa-masa yang membuatku merasa kehilangan akal. Cinta, defenisinya aku tak tau apa, tetapi satu kenangan yang pernah aku alami, yakni berevolusi karenanya. Tidak berdua tak mengapa, karena yang berdua saja belum tentu bahagia.
#JeVa
Kamis, 29 Maret 2018
Muhasabah Cintaku
Duduk
berdua di bangku taman sekolah sudah menjadi rutinitas dua sejolly yang genap menjalin asmara selama 2 tahun belakangan ini,
mereka akrab dipanggil Aya dan Ian. Siapa pun tahu, apabila bel istirahat sudah
berdering maka tak dapat dihindari jika sudut mata seisi sekolah akan menangkap
dua sosok manusia yang sedang bercengkrama mesra di atas bangku taman sekolah, di
bawah pohon mangga nan rindang mereka bersenda gurau. Namun kini, entah angin
apa dan darimana yang membuat batang hidung kedua remaja tahap akhir tersebut
sulit ditemukan dalam waktu yang bersamaan.
Hari demi hari berlalu, sekarang sudah
hari kelima mereka tak pernah tampak lagi berduaan seperti biasanya. Dari mulut
ke mulut, kabar burung bahwa kisah asmara antara Aya dan Ian sudah kandas
ditengah jalan, mulai menyebar keseluruh pelosok sekolah. Tiada yang menyangka
perihal tersebut akan terjadi, padahal Aya dan Ian sudah cukup lama menjalin
kisah asmara dan mereka juga sudah sejak lama saling mengenal satu sama lain,
yaitu sejak mereka berusia enam tahun. Dulu waktu kecil Aya dan Ian selalu
bermusuhan, saling mengejek, dan tak pernah hentinya bertengkar setiap hari
layaknya kucing dan anjing.
Berawal dari hubungan pertemanan mereka
yang kurang baik, hingga akhirnya mereka menjadi teman dekat yang sangat akrab.
Semenjak saat itu mereka menyadari bahwa telah tumbuh benih-benih cinta di hati
keduanya, alhasil mereka memutuskan untuk mengubah status mereka menjadi pacaran
yakni pada saat mereka duduk di bangku kelas 3 SMA. Setelah Aya dan Ian
berpacaran, mereka terlihat sangat akur dan kemana-mana selalu berdua, namun
kini kebersamaan dan tali cinta yang telah susah payah dibangun itu harus sirna
seketika. Banyak orang yang menilai Aya dan Ian merupakan pasangan yang serasi,
bagaimana tidak, Ian adalah salah satu siswa tampan yang paling favorit di
sekolah mereka, Ian juga merupakan siswa pintar yang aktif di berbagai bidang
dan organisasi seperti OSIS, PIK-R, dan lainnya. Sedangkan Aya adalah siswi yang
baik, pintar, rendah hati, lagi cantiknya yang tak mampu membuat mata yang
melihatnya terperanjat. Aya layaknya kembang sekolah.
****
Sebagian orang menilai, masa SMA adalah
masa paling indah sepanjang sejarah hidup manusia, dimana cintalah yang
mendominasi keindahan tersebut, namun tidak begitu halnya dengan Aya. Disaat
kebanyakan remaja terjerumus dalam kenistaan dunia yang penuh fatamorgana, Aya
malah memilih beristiqamah, lebih memantapkan hati dan diri untuk bermuhasabah
cinta kepada sang Illahi Rabbi. Aya tidak ingin dirinya ikut terbuai dalam
nikmatnya surga dunia, demi kedua orang tuanya dan atas ridha Allah SWT. Aya
mulai lebih fokus kepada pendidikannya, diiringi dengan mengikuti segala jenis
kegiatan yang berbau islami, sehingga diharapkan bisa menambah ilmu
keagamaannya yang saat ini masih dangkal.
“Meskipun
aku tidak semulia Fatimah Az-Zahra, putri kesayangan rasulullah SAW. Namun aku
juga ingin memiliki cinta yang suci seperti beliau, hingga akhir hayatku aku
ingin Allah tetap menyatukan aku dengannya sebagai sepasang kekasih sejati,
hanya itu harapku.” Sepucuk doa tersebut selalu tercurah dari bibir mungil Aya
seusai ia menjalankan kewajiban lima waktunya.
Aya merasa sangat beruntung telah ikut
dengan mama tercinta dalam suatu pengajian yang membahas tentang ‘Muhasabah
Cinta’, sebuah topik sederhana yang mampu menggentarkan hati Aya yang sempat
lengah dari perintah sang Illahi. Sepulang pengajian kalimat demi kalimat yang
dilontarkan oleh ustadz pengisi ceramah, selalu terputar di memori Aya layaknya
kaset tua yang telah usang sedang diputar. Hal itu tentu membuat hatinya merasa
gelisah. Aya menunaikan salat malamnya sebanyak empat rakaat, ia berdoa dan
menenangkan diri berharap Allah SWT. dengan murahnya memberikan hidayah
untuknya.
****
Pagi harinya, tanpa berpikir panjang Aya
sudah tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Memutuskan ikatan cinta antara
dirinya dengan Ian adalah sebuah keputusan yang tengah matang dalam hati dan
pikirannya. Bukan karena ia tak lagi mencintai Ian, namun hal ini harus
dilakukan Aya demi menjaga kesucian cintanya kepada Ian. Aya tidak ingin
perasaan cinta yang telah tertanam didalam hatinya dan Ian menjadi suatu hal yang
dibenci oleh Allah SWT. Kodratnya semua perasaan cinta itu suci, karena Allah
lah yang telah menganugerahkannya kepada setiap insan di dunia, namun ada kalanya
cinta suci itu berubah menjadi laknat bagi Allah terhadap manusia yang salah
dalam memaknai arti cinta yang sesungguhnya.
Setibanya Aya di sekolah, ternyata gerbang
sekolah sudah menantinya. Aya langsung melangkahkan kaki dengan kencang menuju
kelasnya. Belum sempat masuk kedalam kelas, mata Aya terbelalak saat ia
menangkap sosok Ian yang tepat berdiri dihadapannya. Ian melemparkan senyum termanis
pada Aya, namun tanpa sempat membalas senyuman itu Aya berlalu seketika.
“Aya, tunggu!! Kamu kenapa, Ya? Kok
pacarnya senyum malah dicuekin sih?” Tanya Ian sembari menyejajarkan langkahnya
dengan Aya.
Tanpa menghiraukan pertanyaan dari Ian,
Aya bergegas menuju ke lokalnya. Ingin rasanya Ian mengejar Aya namun
langkahnya terhenti, ia hanya dapat berdiri terpaku sambil kebingungan. Bagaimana
bisa kekasihnya itu berubah 180 derajat dalam waktu semalam. Namun pertanyaan
itu hanya berhasil singgah dikepalanya saja.
Bel pulang sekolah pun berdering, Ian
sengaja keluar kelas lebih dulu agar dapat menunggu Aya di depan gerbang
sekolah. Sudah hampir setengah jam Ian menanti Aya, namun gerangan tak kunjung
tiba.
“Hai Ian, kamu ngapain dari tadi mondar
mandir depan gerbang sekolah? Apa sekarang pekerjaanmu sudah menjadi petugas security sekolah, hah?” Tanya Andre, teman
sekelas Ian.
“Aku sedang menunggu Aya pulang, memang
kenapa?” balas Ian dengan nada datar.
“Eh, Aya? Kalau nggak salah tadi aku
lihat dia sedang di ruang perpustakaan sekolah.” Ujar Andre.
“Serius? Ya sudah kalau gitu aku mau menyusul
Aya dulu, terimakasih brother.”
Ian segera berlari menuju ruang
perpustakaan sekolah. Disana ia temui sosok gadis yang sangat ia cintai tengah
duduk sambil membaca buku pelajaran. Wajah teduhnya membuat hati Ian yang
menatap lekat wajahnya menjadi tentram. Lalu dihampirinya gadis tersebut.
”Aya, aku ingin bicara sesuatu kepadamu.”
Ujar Ian sembari mencoba meraih tangan Aya.
“Maaf Ian, tidak ada yang perlu
dibicarakan lagi, aku harus segera pergi.” Aya bangkit dari duduknya, Ian
mencoba menghalanginya.
“Ya, aku mohon tolong jelaskan dulu apa
yang telah terjadi padamu,” Pinta Ian sebelum Aya pergi meninggalkan
perpustakaan.
“Baiklah, sekarang keputusanku sudah
bulat, aku mau hubungan kita cukup berakhir sampai disini.” Ujar Aya dengan
lembut tapi tegas.
Aya pun segera pergi meninggalkan Ian
yang hanya dapat berdiam diri, terpaku memendam kecewa tatkala ucapan itu
terlontar dari bibir Aya. Ian tak habis pikir bahwa hubungannya akan berakhir
seperti ini. Sebuah hubungan yang diharapkannya dapat terus berlanjut hingga
nanti saat janji suci terucap dari bibir keduanya, ternyata harus disudahi
secepat kilat menyambar seperti ini. Tiada angin dan tiada hujan, mahligai
cinta yang telah dirinya dan Aya bangun selama ini runtuh.
****
Air mata Aya meluncur tiada hentinya
tatkala mengingat kejadian sepuluh tahun silam tersebut. Semenjak hubungannya
dengan Ian terpecah berai, ia tak pernah lagi melihat batang hidung pria itu
dan juga tak pernah lagi mendengar kabar tentangnya. Aya sempat berpikir
akankah begitu mudahnya bagi Ian untuk melupakan Aya, sedangkan dirinya sendiri
hingga saat ini masih mampu menjaga cinta sucinya untuk Ian tanpa ternodai sedikitpun,
semua dilakukannya dengan hati ikhlas karena Allah SWT.
Tepat 3 bulan yang lalu Aya berhasil
meraih gelar sarjananya, dan kini ia sedang ditempatkan di salah satu rumah
sakit terkenal di Bandung. Kini, Aya semakin mempertebal dinding keimanannya
serta lanjut berhijrah ke jalan yang lebih baik lagi. Pakaian muslimah disertai
jilbab dalam yang membalut tubuhnya menjadikannya semakin cantik dan anggun.
Muhasabah cintanya kepada Allah SWT telah mengantarkannya menjadi seorang gadis
yang begitu taat beragama. Tentunya Aya yang sekarang sangat menjadi kebanggaan
bagi kedua orang tuanya. Aya berhasil menjadi seorang anak yang berbakti kepada
orang tua serta telah menuntun mereka menuju surga-Nya.
Mama Aya bingung, mengapa disaat usia
anaknya sudah beranjak 28 tahun, tak sekali pun Aya pernah mengenalkan seorang
pria kepada Mama dan Papanya. Bukan karena apa-apa tapi hati Aya tetap bersiteguh
menunggu jawaban atas segala doa yang selalu ia curahkan disetiap sujudnya
kepada sang pencipta. Berkali-kali Mama berusaha membujuk Aya untuk dijodohkan dengan
anak dari rekan kerja Mama dan Papa, namun tak satupun yang Aya iyakan.
****
Suatu ketika saat Aya sedang bertugas di
rumah sakit, Mama meneleponnya.
“Halo, Aya? Sekarang kamu harus segera
pulang ke rumah Ya, ini penting!” Ujar Mama dengan suara tergesa-gesa.
“Apa yang terjadi, Ma? Mengapa nada
bicara Mama terdengar begitu serius?” Tanya Aya yang mulai panik.
“Nanti Mama jelaskan di rumah ya, nak.
Lebih baik kamu segera pulang.” Jawab mama.
“Iya Ma, Aya akan segera pulang. Mama
tenang dulu ya, Ma.” Mereka mengakhiri percakapan melalui telepon.
Nada bicara Mama yang sangat serius
membuat jantung Aya tak berhenti berdegup kencang. Aya pun bergegas mengakhiri
pekerjaannya dan langsung menuju ke kediamannya di Jalan Linggarjati nomor 7, kota
Bandung.
Sembari di perjalanan pulang Aya terus
berfikir yang tidak-tidak tentang apa
yang telah terjadi di rumahnya. Ketika sampai di rumah, Aya segera
berlari sambil memanggil Mama dengan dipenuhi rasa khawatir. Namun, ternyata
tidak ada terjadi apa-apa dirumahnya. Mama tertawa melihat reaksi Aya. Aya pun
bergumam kesal, ternyata sang Mama hanya mengerjainya.
“Mamaaa,… Ih, Mama sudah buat Aya sangat khawatir
tahu, Ma.” Celoteh Aya.
“Maafin Mama ya sayang, habisnya kalau
tidak begitu Mama tau kamu tidak akan pulang sekarang juga.” Jelas Mama.
“Nggak perlu sampai buat Aya khawatir
begitu juga kan, Ma!” Wajah Aya mulai cemberut. Lalu Mama mengusap kepala Aya
sambil tersenyum, kemudian memeluknya. Pelukan Mama berhasil membuat hati Aya
kembali damai.
Ternyata hal yang ingin dibicarakan oleh
Mama yaitu mengenai perjodohan Aya dengan seorang pria mapan lulusan
Universitas Al-Azhar, yang ilmu agamanya sudah tidak diragukan lagi. Kecintaan
pria tersebut terhadap Allah SWT menjadikannya sebagai sosok yang sangat taat
dan tunduk terhadap perintah-Nya, dan kini lelaki itulah yang akan menjadi
calon imam bagi Aya. Aya tertegun kala mendangar Mama menyampaikan berita
tersebut, rasa hatinya belum sanggup untuk melepaskan cintanya terhadap Ian dan
memulai kembali mencintai laki-laki lain yang bahkan bibit, bobotnya belum
banyak diketahui Aya. Entah mengapa kali ini rasanya Aya tak bisa menolak
permintaan sang Mama, Aya mengangguk patuh menerima dengan lapang dada perjodohan
itu. Aya yakin bahwa pilihan Mama adalah yang terbaik. Dan pernikahan mereka
akan segera diselenggarakan bulan depan.
****
Hari yang dinantikan pun tiba, detak
jantung Aya berdegub kian kencang menanti seorang lelaki yang tak lama lagi
akan menjadi imam baginya. Perasaan sedih menyelimuti hati Aya kala
membayangkan harapannya untuk bisa bersatu dengan Ian semakin menipis. Kini
cinta dan kasih sayangnya untuk Ian harus rela ia berikan kepada orang lain.
Pria yang hendak meminang Aya telah
duduk disampingnya, tak sedikitpun Aya menolehkan wajahnya kepada pria
tersebut, begitu pula sebaliknya, hingga kalimat ijab kabul terlontar, tak
sekalipun mereka saling bertatap muka.
Setelah ijab Kabul selesai dilaksanakan,
mata Aya mulai berair. Tak kuasa Aya menahan isak tangis yang hendak pecah
dikala kebahagiaan yang seharusnya ia rasakan dengan senyuman berubah menjadi
lautan air mata. Bersyukur adalah hal pertama yang terlintas dalam benak Aya,
kini lelaki yang selalu disebutnya dalam setiap doa, sudah resmi menjadi
imamnya. Lelaki itu yakni Bryan Nuggroho yang akrab dipanggil Ian.
Ternyata seminggu sebelum hari-H, Ian
sudah mengetahui bahwa wanita yang akan segera dipinangnya itu adalah dambaan hatinya selama ini. Ian
merasa begitu senang dan ia pun masih tak habis pikir ternyata wanita yang
sangat ia cintai itu telah berhasil diikatnya dalam sebuah janji suci tali
pernikahan. Sedangkan Aya yang tak mau tahu tentang lelaki yang menjadi calon
suaminya itu, hanya sekedar mengetahui namanya dan dimana tempat bekerjanya.
Aya tak habis pikir bahwa pria tersebut ternyata Ian sang pujaan hatinya, sebab
Mama hanya memberi tahu bahwa calon suami Aya bernama Ryan. Yah, memang Ian
merupakan panggilan akrab bagi Ryan, yang nama aslinya adalah Bryan.
Bahagia yang melebihi apapun tampak
jelas dari keduanya, mata mereka berbinar-binar saat bertatap pandang melepas
kerinduan setelah berpisah selama sepuluh tahun lamanya. Janji Allah itu ada,
dan kini meraka merasakan sendiri bahwa jalan Allah lebih indah dari apa yang telah
direncanakan oleh manusia. Cinta kepada Allah adalah yang paling utama. Muhasabah
cinta Aya telah menuntunnya kepada cinta sejati dengan cara yang suci.
#MuhasabahCinta #CintaBahagia #CintakarenaAllah #KisahCintaRemajaMuslimah
Langganan:
Postingan (Atom)
Let's Fight!!!
Hey,... Kamu yang sedang duduk termenung! Coba lihat pada cermin itu, apakah kamu bisa melihat masa depanmu? Nah, enggak kan,... Lantas,...
-
Duduk berdua di bangku taman sekolah sudah menjadi rutinitas dua sejolly yang genap menjalin asmara selama 2 tahun belakangan i...
-
"Zahra, tolong ambilkan Mas segelas air putih." "Baik Mas, ini sudah saya ambilkan." "Terima kasih ya, Mas sangat...
-
Saat itu dunia benar-benar kelam dan suram, langit tampak mendung selalu. Entah sejak kapan matahari enggan menampakkan senyumnya. Sejak har...

