Kamis, 24 Mei 2018

Revolusi Cinta

Saat itu dunia benar-benar kelam dan suram, langit tampak mendung selalu. Entah sejak kapan matahari enggan menampakkan senyumnya. Sejak hari itu semua seolah berubah, tidak seperti sedia kala, sangat jauh berbeda dari kata sama.
.
"Wehhh, Bryan lo makin kinclong aja nih."
"Hahah, gue dari dulu juga gini kok Bim."
"Serius, kali ini beda banget."
"Hahahaha,...."
.
Hanya tawa yang bisa aku suguhkan disaat ada teman-teman yang menilai keadaan ku sekarang ini. Dunia yang ku pikir sempat terhenti, ternyata kembali lagi berputar. Pelangi tiba padahal hari tak hujan. Awan-awan putih beriak kesana kemari tanda cuaca sangat berteman. Memang semua orang akan mengalami titik terendah dalam hidupnya, tetapi hanya orang-orang yang berani bangkitlah yang kelak akan menemui kebahagian. Luka itu memang membekas, dalam mungkin iya. Namun aku tak ingin tenggelam, terjerat akan masa-masa yang membuatku merasa kehilangan akal. Cinta, defenisinya aku tak tau apa, tetapi satu kenangan yang pernah aku alami, yakni berevolusi karenanya. Tidak berdua tak mengapa, karena yang berdua saja belum tentu bahagia.

#JeVa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Let's Fight!!!

Hey,... Kamu yang sedang duduk termenung! Coba lihat pada cermin itu, apakah kamu bisa melihat masa depanmu? Nah, enggak kan,... Lantas,...